15 Desember 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Ternyata, Guru di Bontang Ini Wasit Bulu Tangkis Asia


Ternyata, Guru di Bontang Ini Wasit Bulu Tangkis Asia
Irianto (tengah) saat memimpin salah satu sesi pertandingan Taipei Yonex Master di Cina pada 10-17 Juli 2015 lalu. (DOKUMENTASI PRIBADI)

KLIKTENGGARONG.COM- Irianto, Wakil Rektor STTIB yang juga aktif sebagai guru Bahasa Inggris di SMP IT Yabis Bontang. Namun siapa sangka, warga Gunung Telihan ini ternyata wasit bulu tangkis tingkat Asia.

Alumnus Universtias Mulawarman ini merupakan satu-satunya wasit yang mengantongi sertifikat Badminton Asia Confederation (BAC). Tak heran jika Irianto kerap tampil memimpin pertandingan bulu tangkis skala Asia.

“Di Indonesia, wasit badminton skala dunia ada tiga orang. Kemudian skala Asia enam orang. Empat orang wasit dari Jawa, satu dari Sulawesi, dan saya dari Kalimantan,” ungkapnya saat ditemui klikbontang.com.

Pada 2010 lalu, ayah dari Muhammad Fikri ini terpilih mewakili Indonesia mengikuti ujian BAC di Kuala Lumpur, Malaysia. Saat itu, ia harus bertarung dengan peserta dari 12 negara dan berhasil lolos dibabak penyisihan, yang hanya menyisakan 9 peserta.

Tiga tahun kemudian, Irianto melanjutkan perjuangannya di Taipe, Taiwan. Disitulah ia berhasil membawa pulang sertifikat bergengsi tersebut. “Sekarang ini lagi menunggu kesempatan ke BWF (Badminton World Federation), ke level yang lebih tinggi lagi,” harapnya.

Dalam setahun, ia memenuhi panggilan menjadi wasit pada laga internasional hanya tiga kali. Pasalnya, Irianto tidak bisa meninggalkan tugas pokoknya sebagai tenaga pendidik di Yabis.

Selain menjadi wasit, tak jarang ia juga diminta menjadi referee, seseorang yang bertanggung jawab pada pelaksanaan pertandingan, penyusunan jadwal, wasit, serta mutu kejuaraan. Seperti pada laga Indominco Cup belum lama ini.  

Referee itu ada levelnya. Dari provinsi, nasional, sampai tingkat dunia (Asia dan BWF). Kalau dia Kaltim cuma ada dua referee bersertifikat resmi. Dari Bontang saya, satu lagi dari Balikpapan,” jelasnya.

Ia mengaku, perwasitan bulu tangkis di Indonesia kurang mumpuni. Padahal, negara kepulauan ini disebut-sebut menjadi negara bulu tangkis. Hal itu dikarenakan terkendala dengan kemampuan berbahasa Inggris. Dibanding negara lain, jumlah wasit level BWF di Indonesia masih minim.

“Ini persoalan di PBSI (Persatuan Badminton Seluruh Indonesia) pusat. Memang sangat susah sekali mencari wasit yang bisa diorbitkan, yang punya kemampuan Bahasa Inggris yang bagus,” pungkasnya.

Meski begitu, ia berharap remaja Bontang yang menggeluti bidang olahraga juga mengasah kemampuan Bahasa Inggrisnya. Diyakini, modal ini sebagai salah satu kunci untuk berlaga di kancah internasional.  

“Apapun yang kita inginkan, selalu ada kesempatannya. Tidak ada sesuatu yang tidak mungkin,” tutupnya.(*)



Reporter : Darwin Tri    Editor : Suriadi Said



Comments

comments


Komentar: 0