23 Juni 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Tak Pernah Rapat Paripurna, Tuah; Mereka Mewakili Siapa?


Tak Pernah Rapat Paripurna, Tuah; Mereka Mewakili Siapa?
Direktur Pokja 30 Carolus Tuah

KLIKTENGGARONG.COM - Direktur Kelompok Kerja 30 (Pokja 30) Carolus Tuah berkomentar keras terkait buruknya tingkat kehadiran anggota DPRD Kaltim. Menurutnya, itu adalah sikap memalukan dari wakil rakyat yang mendapatkan fasilitas dari negara.

Menurut Tuah, ketidakhadiran anggota dewan terutama, pada rapat paripurna adalah suatu contoh perilaku yang tidak sepatutnya dilakukan. Apalagi ketika itu justru dilakukan oleh unsur pimpinan. Padahal, kata dia, gaji yang diterima para wakil rakyat itu tetap didapatkan.

“Itu sangat memalukan. Kalau mereka tak bekerja, lantas siapa yang diwakili,” ucapnya.

Tingkat Kehadiran Rendah, Sikap Fraksi Ditunggu

Tuah melanjutkan, seharusnya ini menjadi perhatian fraksi yang menaungi. Sanksi wajib diberikan bagi anggota DPRD yang kerap membolos. Apalagi jelas di dalam aturan, enam kali berturut-turut tidak menghadiri rapat paripurna, sanksinya adalah pemberhentian atau pergantian antarwaktu (PAW). Itu aturan yang tertuang di dalam UU MD3. Jelas dan rinci.  

Dilanjutkannya, kalaupun fraksi belum bersikap, mestinya Badan Kehormatan (BK) DPRD yang bersikap. Misalnya, kata Tuah, BK memberikan teguran secara tertulis kepada anggota yang bersangkutan, yang suratnya ditembuskan kepada fraksi. Ini agar fraksi tahu bagaimana kelakuan anggotanya. Ketua DPRD juga punya kapasitas untuk memberikan teguran.

"Seharusnya hal seperti ini bisa ditertibkan, beri sanksi moral, publis saja nama-nama anggota yang sering bolos melalui Sekertariat DPRD," ungkapnya. (*)

Reporter : Yoyok Sudarmanto    Editor : Suriadi Said



Comments

comments


Komentar: 0