23 Juni 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Hetifah Perjuangkan Kursi DPR Kaltim-Kaltara


Hetifah Perjuangkan Kursi DPR Kaltim-Kaltara
Anggota Pansus RUU Pemilu, Hetifah Sjaifudian.

KLIKTENGGARONG.COM- Penambahan 15 kursi untuk DPR RI sempat menuai kritik dari berbagai kalangan. Belum usai kritik mereda, kini Pansus RUU Pemilu disibukkan dengan distribusi 15 kursi tersebut.

Pada Rabu, 8 Juni 2017 pekan lalu, Pansus RUU Pemilu menggelar rapat dengan Pemerintah. Rapat yang rencananya akan memutuskan salah satu krusial yaitu penambahan kursi akhirnya tidak terwujud.

Setelah melakukan lobi yang cukup "alot" antar fraksi dan juga Pemerintah, Pansus RUU Pemilu memutuskan menunda pembahasan isu krusial. Dalam hal pembagian 15 kursi tambahan untuk DPR RI misalnya, antara anggota Pansus dengan Pemerintah belum mencapai kesepakatan.

Pansus pun akhirnya meminta Pemerintah untuk melakukan simulasi pendapilan 575 kursi dengan prinsip proporsionalitas (jumlah penduduk, luas wilayah dan sebagainya).

Anggota Pansus RUU Pemilu, Hetifah Sjaifudian mengatakan, Pansus mempertimbangkan banyak hal dalam membagi 15 kursi tambahan. Penambahan kursi yang pasti adalah untuk daerah otonom baru seperti Kaltara.

"Yang pasti Kaltara dapat tiga kursi untuk DPR RI", kata Anggota dari Dapil Kaltim-Kaltara, Senin 12 Juni 2017 melalui rilis yang diterima KlikSamarinda.

Saat ditanya tentang alokasi kursi untuk Dapil Kaltim, politisi Partai Golkar itu menjelaskan bahwa prinsip pembagian kursi tidak hanya mempertimbangkan jumlah penduduk, tetapi juga luas wilayah.

"Kaltim kan cukup besar wilayahnya. Kami mengusulkan 8 kursi untuk DPR", jelas Hetifah.

Sementara itu terhadap lima isu krusial seperti sistem pemilu, ambang batas parlemen, ambang batas pencalonan Presiden dan metode konversi suara, Pansus RUU Pemilu berencana menggunakan metode “paket” untuk menuntaskan pembahasan isu-isu krusial.

Pansus tidak bisa memutuskan satu per satu isu tersebut karena bagi tiap-tiap fraksi, semua isu saling berkaitan. Rapat Pansus akan berlanjut kembali pada Selasa, 13 Juni 2017. (Adv)

Reporter : Maggie Aksan    Editor : Nur Robbi Syaian



Comments

comments


Komentar: 0