20 Oktober 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Tak Punya Tempat Pengolah Sampah, Kukar Gagal Raih Adipura


Tak Punya Tempat Pengolah Sampah, Kukar Gagal Raih Adipura
Kepala Seksi Pengingkatan Kapasistas Dinas Lingkungan Hidup (DLHD) dan Kehutanan Kukar, Rusman Efendi, didampingi Ali Rojali (KLIKTENGGARONG/ ZAENUL)

KLIKTENGGARONG.COM- Kabupaten Kutai Kartanegara kembali gagal meraih Adipura. Bukan lagi soal kasus lubang tambang, tahun ini kegagalan tersebut lantaran Kota Raja ini belum memiliki Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dan jembatan timbang.

“Nilainya kurang tipis. Cuma karena tidak ada TPST dan jembatan timbang. Tapi untung dibantu dengan Bang Sampah yang ada,” terang Kepala Seksi Pengingkatan Kapasistas Dinas Lingkungan Hidup (DLHD) dan Kehutanan Kukar, Rusman Efendi, didampingi Ali Rojali, saat ditemui awak Klik Tenggarong Kamis, 3 Agustus 2017 kemarin.

Disebutkan, perolehan nilai yang diraih Tenggarong sebanyak 70, dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) 73. Sedangkan penailaiannya minimal 74. Tim penilai melakukan beberapa penilaian terhadap lubang tambang, panas api, TPA, dan bank sampah.

TPST dinilai penting, lantaran sebelum sampah masuk ke TPA, harus melewati proses pemilahan terlebih dahulu. Sehingga sesampainya di TPA, sampah tersebut tinggal di residue. Hal ini juga dapat memperlambat umur TPA.

Sedang jembatan timbang, lanjut dia, berfungsi untuk mengetahui berapa berat sampah yang masuk ke TPA setiap harinya.

Kendati demikian, Rusman mengaku, jauh hari sebelum tim penilai Adipura datang ke Kukar, pihaknya telah meminta sebidang tanah untuk pembangunan TPST. Namun, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapeda) Kukar lebih mementingkan untuk memindahkan TPA ke tanah milik PT. Bukit Baiduri energi (BBE).

“Dahulu kami sudah minta tanah satu hektar untuk dibangun TPST, tapi tidak diberikan,” ungkapnya.

Pembangunan baru akan direalisasikan tahun depan, dengan meminta bantuan Kecamatan Tenggarong dan seluruh kelurahan yang ada di Kota Raja membangun TPST di setiap kelurahan.

“Tahun 2018, kami akan jemput bola minta ke Camat Tenggarong dan kelurahan. Kalau jembatan timbang, sudah dianggarkan. Tapi karena defisit jadi belum bisa terealisasi. Tapi sudah dianggarkan kembali di perubahan (APBD-P, Red),” tandasnya.  

Selain itu, pihaknya juga akan mengadakan road show ke seluruh kelurahan dan kecamatan untuk memberitahu ke warga agar dapat memilah sampahnya. Baik itu organik, non-organik dan B3 sebelum membuang ketempat sampah.

“Setelah disosialiskan itu lalu dibertahukan Perda Tahun 2014 terkait sampah rumah tangga, bagi siapa yang membuang sampah sembarangan akan kena sanksi,” ucapnya.(*)

Reporter : Zaenul Fanani Umar    Editor : Nur Aisyah Nawir



Comments

comments


Komentar: 0