15 Desember 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Diduga Maling Amplifier Musala, Pria Ini Tewas Dibakar


Diduga Maling Amplifier Musala, Pria Ini Tewas Dibakar
Kondisi memprihatinkan seorang pria yang tewas dibakar warga. Ia disangka telah mencuri ampli di masjid (Facebook)

KLIKTENGGARONG.COM- Muhammad Aljahra alias Zoya, tewas mengenaskan usai dikeroyok massa dan dibakar, lantaran diduga mencuri amplifier musala di Kampung Muara Bakti RT 12 RW 07, Desa Muara Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi pada Selasa (2/8) petang lalu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, dari hasil pemeriksaan beberapa saksi, Zoya, merupakan teknisi elektronik yang biasa memperbaiki pengeras suara seperti toa, sound system, televisi dan lainnya. Namun keterangan saksi itu masih didalami pihak kepolisian.

"Kan polisi hanya tahu akhir kejadian pembakaran. Yang mengatakan diduga maling masyarakat, untuk membuktikan dia benar-benar maling? Ya kalau misalnya ampli dibawa sama dia. Ada orang melihat dia ngambil. Nanti kita cek saksi yang melihat dia mengambil ampli, saksi yang melihat dia masuk, saat dia dikejar membawa barang bukti atau tidak," ujar dia di Mapolda Metro Jaya, Jumat (4/8).

Kejadian ini pun menjadi viral lewat sebuah foto yang beredar di sosial media. Bahkan, beberapa informasi mengatakan bahwa Ziya merupakan korban amuk massa salah sasaran.

Hal ini pun dibantah oleh Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi AKBP Rizal Marito. Ia mengungkapkan korban merupakan pelaku pencurian berdasarkan laporan yang diterima. "Ada laporan polisinya," cetusnya.

Laporan polisi itu dibuat oleh marbot di sebuah musala yang amplifiernya hilang di Kampung Muara Bakti RT 012 RW 07, Desa Muara Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Polisi sudah meminta keterangan saksi, seperti marbot musala yang melaporkan bahwa amplifier di musala hilang.

Saat kejadian, lanjut dia, sang marbot berteriak maling karena amplifier di musala hilang. Dibantu warga, mereka mengejar MA yang saat itu memboyong amplifier menggunakan sepeda motor. Sekitar 2 kilometer dari lokasi kejadian, MA berhasil dikepung. Di luar dugaan, dia nekat menceburkan diri hingga berenang ke kampung seberang. Nahas, dia berhasil ditangkap dan langsung diamuk massa yang kesal dengan ulahnya.

Meski begitu, Rizal menyayangkan aksi main hakim warga yang mengakibatkan Zoya meninggal dunia. "Untuk pengeroyokan yang mengakibatkan MA meninggal dunia akan tetap kami proses," kata Rizal.(*)

Reporter : Merdeka    Editor : Nur Aisyah Nawir