25 November 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Jokowi Sebut Pertumbuhan Ekonomi Kukar Minus


Jokowi Sebut Pertumbuhan Ekonomi Kukar Minus

KLIKTENGGARONG.COM- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti pertumbuhan dan inflasi di daerah sepanjang 2016. Ia menyebutkan beberapa daerah pertumbuhan ekonominya minus, salah satunya Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

“Hati-hati yang minus. Kabupaten Paser, Bengkalis (Riau). Ini (pertumbuhan ekonomi) tahun kemarin, tahun ini harus betul-betul hati-hati. Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Berau, Bontang,” paparnya di acara pengarahan Presiden Republik Indonesia kepada Para Gubernur, Bupati, dan Walikota Seluruh Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Selasa (24/10) kemarin.

Dia meminta kepala daerah untuk memperhatikan permasalahan inflasi dan pertumbuhan ekonomi. "Berkaitan dengan ekonomi, saya titip tolong dilihat betul banyak kepala daerah yang tidak peduli terhadap pertumbuhan ekonomi pada triwulan pertama, triwulan kedua, dan seterusnya, semester pertama, kedua berapa, tidak diikuti, tidak dilihat," lanjutnya.

Selanjutnya Presiden juga menyoroti inflasi yang kadang juga tidak diperhatikan oleh para pemimpin daerah.

"Sering kepala daerah tidak lihat dari bulan ke bulan, triwulan ke triwulan. Hati-hati inflasi bapak ibu boleh senang tadi di kabupaten Mimika misalnya pertumbuhan 12% tapi kalau inflasi 15% tidak ada artinya pertumbuhan itu, karena tekor, keterjangkauan masyarakat membeli sesuatu sulit. Hati-hati namanya inflasi terutama namanya sembako," tutur Presiden.

Ia pun mengingatkan agar para kepala daerah itu harus mengerti permainan pertumbuhan ekonomi dan inflasi. Ia pun membacakan inflasi sejumlah daerah seperti kabupaten Tual (Maluku) 9,6%; kabupaten Watampone (Sulawesi Selatan) 5,3%; kabupaten Bulukumba (Sulawesi Selatan) 4,6%; kabupaten Singkawang (Kalimantan Barat) 4,54% hingga kabupaten Cilegon (Banten) 4,3%.

"Saya baca inflasi 2017 juga data dari BPS semuanya sudah di bawah 10%, semua bagus, artinya sekarang kepala daerah bisa mengendalikan harga-harga di daerah masing-masing," tambah Presiden.

Ia pun memprediksi inflasi Indonesia akan di bawah 4% pada 2017. "Inflasi nasional itu akumulasi inflasi-inflasi di daerah-daerah. Jatuhnya ini, 3,7 atau 3,8%, targetnya semakin ke sana inflasi turun, kita injak, turun agar masyarakat membeli sesuatu mudah," ujar Presiden, menegaskan.(*)

Reporter : Detik    Editor : Nur Aisyah Nawir