23 Juli 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Studi Tiru ke RSUD AM Parikesit, Wawali Banjar Baru: Rumah Sakit Pemerintah Rasa Swasta


Studi Tiru ke RSUD AM Parikesit, Wawali Banjar Baru: Rumah Sakit Pemerintah Rasa Swasta
Kunjungan Pemerintah Kota Banjar Baru yang melihat-lihat fasilitas di RSUD AM Parikesit, Tenggarong Seberang, Kukar, Selasa (24/10) kemarin (Ist)

KLIKTENGGARONG.COM- Pemerintah Kota Banjar Baru melakukan studi tiru ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) AM Parikesit Tenggarong Seberang Kutai Kartanegara (Kukar) Selasa 24 Oktober.

Kunjungan ini dipimpin Wakil Walikota Banjar Baru Darmawan Jaya Setiawan, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Banjar Baru, Asisten II, Kepala Bidang Rumah Sakit Idaman, serta bagian Humas Pemkot Banjar Baru.

Lawatan tersebut disambut oleh Sekertaris Kabupaten Kukar Marli, Direktur Utama RSUD AM Parikesit Martina Yulianti dan Kepala Dinas Kesehatan Kukar Koentijo Wibdarminto serta pejabat RSUD AM Parikesit lainnya.

Orang nomer dua Banjar Baru tersebut mengungkapkan, kedatangannya ke tanah Kutai ini untuk melihat serta belajar terkait pelayanan di Rumah Sakit tipe B non pendidikan yang sudah banyak meraih penghargaan.

Di antaranya Peringkat Pertama Pelayanan Publik serta unit kerja menuju Wilayah Bebas Korupsi dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara (PAN) dan Reformasi Birokrasi (RB), untuk diadopsi di RSUD Idaman Banjar Baru, Kalimantan Selatan.

“Rumah sakit ini (RSUD AM Parikesit) ini sudah banyak mendapatkan penghargaan, kami datang untuk melakukan studi tiru,” ungkap Darmawan Jaya Setiawan disela-sela melihat beberapa fasilitas di RSUD AM Parikesit.

Selain itu rumah sakit yang juga baru relokasi di Oktober 2016 lalu ini, kini akan menghadapi penilai terkait akreditasi bulan depan. Oleh sebab itu pihaknya juga ingin mendapatkan ilmu dari RSUD AM Parikesit yang sebelumnya meraih paripurna akreditasi bintang 5.

“Kami akan menghadapi peningkatan akreditasi di November, sekarang tipe C ingin naik ke tipe B,” ucap pria berkacamata ini.

Pihaknya menginginkan fasilitas kesehatan tersebut nantinya dapat memberikan pelayanan terbaik terhadap warga yang membutuhkan, layaknya yang dilakukan di Rumah Sakit plat merah Kukar ini.

“Kami ingin tingkat kualitas pelayanan yang prima dan terbaik sama seperti di AM Parikesit, karena gedung yang megah tidak penting tapi bagi pasien itu pelayanan,” ujarnya.

Selain Rumah Sakit AM Parikesit, pihaknya juga telah berkunjung ke beberapa rumah sakit swasta. Namun pihaknya menilai terkait Standar Operasi serta sumber pendanaan itu berbeda dengan rumah sakit pemerintah sehingga sulit diterapkan nantinya di Rumah Sakit Idaman.

“Kalau Rumah Sakit Pemerintah cuma ini yang kami kunjungi, karena kami lihat rumah sakit ini milik pemerintah rasa swasta,” katanya.(*)  

Reporter : Zaenul Fanani Umar    Editor : Nur Aisyah Nawir



Comments

comments


Komentar: 0