25 November 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Hingga November, Seribu Lebih Pasangan Cerai di Balikpapan


Hingga November, Seribu Lebih Pasangan Cerai di Balikpapan
Foto: Ilustrasi

KLIKTENGGARONG.COM - Rupanya kasus perceraian di Balikpapan, Kalimantan Timur cukup tinggi. Berdasar data Pengadilan Agama (PA) Balikpapan, tahun ini saja sampai November, sudah ada 1.087 kasus cerai gugat diputus. Sebanyak 485 kasus di antaranya melibatkan pasangan muda, berusia di bawah 30 tahun.

Hakim Pengadilan Agama Balikpapan Amir Husin menyebut, jumlah tersebut diprediksi masih akan terus bertambah sampai akhir tahun. Selain cerai gugat yang dilakukan pihak istri, ada juga cerai talak (oleh suami). Namun, jumlahnya lebih kecil, yakni 417 kasus.

“Perceraian kerap kali terjadi pada usia produktif, dan kian kemari perempuan menggugat jauh lebih mendominasi. Usia mereka juga sangat muda. Sama halnya dengan usia pernikahan mereka yang hanya bertahan hitungan tahun bahkan bulan saja,” ujar Amir.

Meski demikian, ada juga pasangan yang bercerai meski usianya telah lebih dari 60 tahun. Banyaknya perceraian biasanya karena berbagai alasan. Faktor ekonomi, hingga perselingkuhan. Meski tidak ditutupi perekonomian yang belum stabil mendorong perempuan melakukan gugatan, tetapi ada pula penyebab lain yang tidak dijelaskan pemohon (perempuan).

Kasus terbanyak didominasi ketidakharmonisan seperti perselisihan dan pertengkaran terus-menerus yang mencapai 693 kasus. Di urutan kedua, karena suami yang tak kunjung pulang atau pergi tanpa tahu rimbanya (meninggalkan salah satu pihak) sebanyak 238 kasus. Kemudian akibat kekerasan dalam rumah tangga 12 kasus.

Selain itu karena suami yang masuk bui sebanyak 11 kasus. Akibat mabuk ada sembilan kasus, judi tiga kasus, zina tiga kasus, cacat badan dua kasus dan sisanya dikarenakan berbagai hal yang tidak disebutkan. Berbagai penyebab itu memicu pasangan memilih menjadi janda di usia muda dari pada mempertahankan pernikahan.

Bahkan, tercatat ada satu orang remaja berinisial DNF usia 15 tahun yang melakukan gugatan cerai terhadap suaminya berinisial R yang berusia 22 tahun. Sementara yang paling tua ialah 64 tahun yang menggugat suaminya yang lebih muda 46 tahun dikarenakan tidak dinafkahi.

Dari seluruh kasus yang masuk ke Pengadilan Agama Kelas I Balikpapan, cerai gugat merupakan yang tertinggi. Setiap bulan ada saja perempuan yang mengajukan permohonan. Angka paling rendah tercatat Juni lalu sebanyak 31 berkas. Dan terbanyak pada Januari 136 kasus.

“Biasanya awal dan akhir tahun berkas gugatan menumpuk. Dari kebanyakan kasus yang masuk sangat jarang yang membatalkan perceraiannya. Sekalipun telah dilakukan mediasi, baik pemohon dan termohon telah melakukan kesepakatan sehingga persidangan tetap berlanjut,” bebernya. (*)

Reporter : Marki/Klikbontang     Editor : Nur Aisyah Nawir



Comments

comments


Komentar: 0