15 Desember 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Tuntut Pesangon, Mantan Karyawan PT Kimco Turun ke Jety


Tuntut Pesangon, Mantan Karyawan PT Kimco Turun ke Jety
Aksi warga mantan karyawan PT Kimco Armindo yang menuntut pemenuhan hak pesangon dan gaji, Rabu 22 November 2017 (Foto: KLIK)

KLIKTENGGARONG.COM - Belasan mantan karyawan PT. Kimco beserta istri dan anak berunjuk rasa di lokasi Jety (conveyor) batubara di site Desa Segihan, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kertanegara, Kaltim. Demo berlangsung Selasa siang, 22 November 2017 sekira pukul 11.00 WITA karena mereka geram terhadap PT Kimco Armindo yang belum memenuhi kewajiban membayar upah dan pesangon mereka.

Unjuk rasa itu sekaligus menegaskan sikap mantan karyawan dan sejumlah vendor yang selama ini dikelabui pihak PT. Kimco-Garama lantaran melakukan aktivitas penambangan dan mobilisasi ponton dan tongkang pengangkut emas hitam itu. Padahal status qou antara kedua perusahaan sedang dalam proses hukum.

Sebelumnya, Distamben Kaltim telah mengeluarkan surat penghentian aktivitas sementara kepada PT Kimco. Produksi kembali dapat dilakukan setelah proses hukum telah selesai di antara PT Panji Notonegoro dan PT Garama.

Karyawan eks PT Kimco, Bactiar Selle mengatakan, gaji 147 mantan karyawan Kimco hingga saat ini belum dibayarkan. Durasi waktu kerja mereka dalam rentang satu tahun bekerja.

Hingga pada akhirnya, sejak tahun 2015, karyawan PT Kimco dirumahkan. Pun pesangon masih belum full ditunaikan.

"Sampai sekarang kami masih menunggu hak kami dibayarkan. Karena tidak beroperasi sementara, kami rela saja menunggu. Namun kenyataannya di lapangan, aktivitas penambangan dan pengisian batubara ke ponton sekali kami temukan. Jelas kami merasa dibohongi," keluh Bachtiar, sekaligus salah satu vendor yang menjalin kerja sama dengan PT Kimco sebelumnya.

Aksi unjuk rasa ini mendapatkan pengawalan ketat Kepolisian Sektor Tenggarong Seberang. Negosiasi pun berlangsung alot.

Pihak keamanan manajemen melarang mantan karyawan masuk untuk membuktikan tidak adanya aktivitas penambangan dan mobilisasi ponton. Setelah satu jam lamanya, mantan karyawan pun dipersilakan memasuki area jety.

"Aneh saja, kami dilarang masuk. Sebab, secara hukum, status kami masih sebagai pekerja. Kami hanya ingin memastikan saja," imbuhnya. (*)




Comments

comments


Komentar: 0