15 Desember 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Komisi II DPR RI Akan Konsultasi ke Presiden, Minta Pertimbangan DOB


Komisi II DPR RI Akan Konsultasi ke Presiden, Minta Pertimbangan DOB
Hetifah Sjaifudian

KLIKTENGGARONG.COM - Komisi II DPR akan berkonsultasi dengan Presiden terhadap usulan pembentukan daerah otonom baru (DOB). Hal ini sebagaimana tertuang dalam kesimpulan rapat antara Komisi II dengan Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Kementerian Dalam Negeri, Kamis 23 November 2017.

"Isu pembentukan DOB ini tetap strategis untuk beberapa daerah. Usulan yang masuk cukup banyak. Tapi kita minta pemerintah selektif terhadap pembentukan DOB. Hasil kesimpulan rapat tadi, kami di Komisi II akan berkonsultasi kepada Presiden dalam waktu yang tidak lama lagi", jelas Hetifah, Anggota Komisi II DPR.

Terhadap persiapan pembentukan DOB, Komisi II meminta pemerintah menyiapkan semua persiapan teknis sambil menunggu kebijakan umum untuk membuka penundaan pelaksanaan pembentukan DOB secara selektif.

“Poin rapat tadi juga meminta pemerintah untuk menyiapkan hal-hal terkait persiapan pembentukan DOB. Tidak hanya di pemerintah, kami di Komisi II juga akan melakukan hal yang sama terhadap usulan DOB”, lanjut Hetifah.

Hetifah yang merupakan wakil rakyat Dapil Kaltim-Kaltara ini menyampaikan bahwa pada 26 Oktober lalu Komisi II telah menerima audiensi rombongan Gubernur Kaltara bersama anggota DPRD, kepala-kepala adat dan presidium DOB yang ada di Kaltara. Menurutnya ada lima daerah yang cukup mendesak untuk dijadikan DOB di Kaltara, yaitu: Kota Sebatik, Kota Tanjung Selor, Kab. Krayan, Kab Bumi Dayak Perbatasan (Kabudaya), dan Kab. Apau Kayan.

Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa pada 14 september lalu telah bertemu dengan semua presidium DOB dalam acara forum “Rembug Daerah Pemekaran” dan Pengukuhan Forum Komunikasi Daerah Percepatan Pembentukan DOB se-Kaltim. Menurutnya di Kaltim terdapat tiga daerah yang mendesak dimekarkan, yaitu: Paser Selatan, Berau Pesisir, dan Kutai Utara.

Reporter : Marki    Editor : Maggie Aksan



Comments

comments


Komentar: 0