15 Desember 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

KPK Sita Apartemen Milik Bupati Rita Widyasari di Balikpapan


KPK Sita Apartemen Milik Bupati Rita Widyasari di Balikpapan
Rita Widyasari

KLIKTENGGARONG.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita satu unit apartemen milik tersangka Bupati Kutai Kertanegara, Rita Widyasari. Apartemen itu berada di Balikpapan.

Ditaksir, nilai apartemen Rita sekitar Rp 3,6 miliar itu disita terkait penyidikan kasus dugaan penerimaan gratifikasi yang menjerat Rita jadi tersangka. ‎

"KPK menyita 1 unit apartemen milik tersangka RIW di Balikpapan, yang ditaksir harganya Rp 3,6 miliar pada tahun 2013," ucap Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jakarta.

Penyidik KPK juga menyita sejumlah dokumen terkait kasus dugaan gratifikasi dan suap yang menjerat Rita. Apartemen serta dokumen itu disita setelah tim KPK melakukan serangkaian penggeledahan di 11 lokasi sejak 16 November 2017.

"Ada 11 lokasi yang tersebar di daerah Tenggarong, dan sebanyak 9 lokasi dan 2 lokasi di Samarinda. Lokasi yang digeledah adalah rumah dan kantor milik beberapa orang anggota DPRD," terang dia.

Tak hanya itu, KPK juga sudah memeriksa sejumlah pengusaha di luar kota. Setidaknya ada 11 saksi yang diperiksa terkait kasus ini. ‎Para saksi itu, adalah, PT Alfara Delta Persada, Direktur PT Bahtera Perdana, Direktur PT Bangun Benua Pratama, Dirut PT Bara Kumala Sakti, Direktur PT Beringin Alam Raya, ‎Direktur Utama PT Budi Daya Utama Sejahtera, Direktur Utama PT Cempka Indah Utama.

Kemudian‎, Direktur Utama PT Ilham Jaya Bersama, Direktur PT Maju Kalimantan Hadapan, Direktur PT Pancarmas Pratama, Direktur Utama PT Pulau Indah Anugrah.‎

"Pemeriksaan dilakukan di Aula lantai 3 Polres Kutai Kartanegara, Jalan Kutai Wolter Monginsidi, Timbau, Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara,Kalimantan Timur," tandas Febri. ‎

Ketua DPD Golkar Kalimantan Timur itu diketahui dijerat sebagai tersangka dengan dua sangkaan. Yakni dugaan penerimaan gratifikasi dan suap. (*)

Reporter : Jurnas    Editor : Maggie Aksan



Comments

comments


Komentar: 0