15 Desember 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Kulfest 2017, sebelum Payung Teduh Tanpa Is


Kulfest 2017, sebelum Payung Teduh Tanpa Is
Payung Teduh di Kulfest 2017.

KLIKTENGGARONG.COM - Para penggemar Payung Teduh tentu tak akan menyiakan sisa kebersamaan dengan band indie tersebut. Pentas Kulon Progo Festival 2017 (Kulfest 2017) menjadi salah satu panggung bersejarah, sebelum band itu tak lagi digawangi oleh sang leader Muhammad Istiqamah Djamad. 

Di Stage Kisik Armada, Payung Teduh menjadi pusat perhatian. Sekitar pukul 20.00 WIB, Is dan kawan-kawan naik pentas dengan menggunakan sepatu booth.

Tak mau membuang waktu, Payung Teduh melantunkan lagu Di Ujung Malam. Karena situasi, membuat Payung Teduh harus mengubah konsep bermain. Kendala tekhnis membuat sequencer mereka tak dapat difungsikan, alhasil beberapa lagu yang disiapkan tak dimainkan. Payung Teduh pun manggung tanpa setlist seperti biasa.

Meski begitu, keadaan itu tak mengurangi keceriaan Payung Teduh bersama para penonton. Ratusan penonton pun begitu antusias begitu diminta untuk memilih langsung lagu yang akan dimainkan.

"Luar biasa, tetap menjaga profesionalisme panitia Kulfest 2017. Terima kasih buat Kulfest. Sangat senang jadi bagian acara ini. Semoga yang datang juga menikmati. Jangan salahkan hujan karena kita tidak dapat menahannya. Kami gak ada setlist malam ini, mau lagu apa? Rahasia? oke," kata Is di atas panggung.

Lagu Rahasia pun mengalun merdu. Rintik hujan serta pancaran lampu panggung membuat penampilan Payung Teduh makin syahdu. Setelahnya, Menuju Senja dibawakan dengan sangat apik oleh band yang terbentuk di Universitas Indonesia tersebut.

Menyatu dengan alam memang menjadi konsep yang ditawarkan Kulfest 2017. Hal ini pun membuat Is sedikit bernostalgia dengan masa-masa saat tinggal di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan. Menurutnya, lokasi pedesaan dan alam yang menjadi venue Kulfest 2017 hampir sama dengan daerah tinggalnya di mana inspirasi lagu-lagu Payung Teduh muncul.

"Semua lagu Payung teduh tumbuh dan lahir dari situasi seperti ini. Saya lahir dan tumbuh di daerah Soppeng, 5 jam dari makassar. Jadi gak ada ekspresi berlebihan dari kami. Sangat senang berada di sini," kata Is.

Lagu-lagu lain seperti Untuk Perempuan yang Sedang Dalam Pelukan, Angin Pujaan Hati, Biarkan, Berdua Saja, tak luput dari request penonton yang hadir. Semua dibawakan dengan sangat apik. Payung Teduh juga membawakan lagu baru mereka berjudul Di Antara Pepohonan yang merupakan soundtrack dari film  Ayat Ayat Cinta 2.

Sebagai penutup, lagu yang belakangan menjadi buah bibir khalayak, Akad menjadi senjata pamungkas Payung Teduh. “Terima kasih untuk kebersamaan malam ini. Lagu terakhir Akad, Assalamualaikum," ucap Is. (*)

Reporter : Marki/Kapanlagi.com    Editor : Rudi Agung



Comments

comments


Komentar: 0