15 Desember 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Jalur Independen di Pilgub Kaltim Sepi Peminat


Jalur Independen di Pilgub Kaltim Sepi Peminat
Ketua KPU Kaltim, Muhammad Taufik (Foto: KLIK)

KLIKTENGGARONG.COM – Pendaftaran jalur independen calon Gubernur dan Wakil Gubernur di Kalimantan Timur (Kaltim), sepi peminat. Setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim membuka pendaftaran untuk jalur ini sejak 22 November 2017 lalu, tak satu pun bakal calon wakil gubernur dan bakal calon wakil gubernur yang datang mendaftar ke kantor KPU Kaltim di Jalan Basuki Rahmat, Samarinda.

KPU akan menutup pendaftaran pada Minggu, 26 November 2017, pukul 24.00 WITA.

Mekanisme perseorangan ditentukan oleh jumlah dukungan pasangan calon (paslon) independen. Syarat tersebut berdasarkan rekapitulasi jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Umum (Pemilu) di Kaltim tahun 2015 lalu yang berjumlah 2.513.840 jiwa.

Sederhananya, paslon perseorangan Pilgub dan Wagub Kaltim harus memiliki dukungan minimal 8,5 persen dengan kalkulasi jumlah dukungan = 8,5/100 x 2.513.840 = 213.677. Angka 213.677 itulah yang digunakan sebagai syarat lolos jalur perseorangan dibuktikan dengan fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang kemudian diverifikasi oleh petugas KPU Kaltim.

Selain itu sedikitnya, jumlah dukungan enam kabupaten maupun kota di Kaltim dengan melengkapi berkas administrasi dan persyaratan yang ditetapkan KPU Kaltim sesuai UU Pemilu Tahun 2017.

Bertempat di Aula KPU Kaltim, Jalan Basuki Rahmat, panitia telah menyiapkan blangko pendaftaran serta petugas operator Silon. Tim verifikasi berkas dari seluruh Kabupaten dan Kota di Kaltim disiapkan untuk calon pendaftar, dengan menggunakan perlengkapan digital.

Ketua KPU Kaltim, Mohamad Taufik mengungkapkan, selama lima hari pembukaan pendaftaran calon perorangan atau kolektif, belum juga terlihat tanda-tanda adanya calon yang mendaftar.

“Hingga saat ini (Minggu 26 November 2017, Red) belum ada satupun yang mendaftar,” ungkap Taufik, sapaannya kepada KlikSamarinda (Klik Group).

Tahapan perseorangan sebelumnya telah dilakukan sosialisasi kepada stake holder dan parpol peserta pemilu di Bumi Etam. Namun, calon peserta belum ada yang berpartisipasi.

Padahal menurut Taufik yang juga salah seorang dosen Unmul mengatakan, tiga dari dua pemimpin daerah yang menggunakan jalur ini mampu meraih kursi kepala daerah.

“Seperti Rita Widyasari dan Neni Moerniaeni, kedua tokoh perempuan tersebut lolos di jalur perseorangan,” imbuhnya saat memantau jalannya agenda pendaftaran. (*)

 



Comments

comments


Komentar: 0