18 Januari 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Ini Dasar Penggusuran di Bantaran Sungai Tenggarong


Ini Dasar Penggusuran di Bantaran Sungai Tenggarong
Suasana taman kota di Tenggarong. (Foto: Ist)

KLIKTENGGARONG - Pemkab Kukar gencar merealisasikan komitmen untuk menata kota. Salahsatunya, mempercantik Tenggarong melalui pembangunan sejumlah taman sebagai ruang terbuka hijau.

Menurut Camat Tenggarong, Mulyadi, mengembalikan fungsi jalur hijau telah diupayakan beberapa tahun terakhir.

Misalnya, pembangunan turap dengan pembebasan bangunan di sepanjang bantaran Sungai Tenggarong --khususnya sepanjang Jalan Wolter Monginsidi-- hingga relokasi pemukiman bantaran Sungai Tenggarong.

"Kemudian yang baru-baru ini dilakukan adalah memindahkan pasar tradisional Pasar Tangga Arung ke pasar moderen Pasar Gerbang Raja Mangkurawang," ucapnya.

Lokasi eks Pasar Tangga Arung yang berada di tengah-tengah Tenggarong itu, urai Mulyadi, akan dijadikan kawasan terbuka hijau sesuai dengan peruntukannya. Ini sesuai dengan rencana tata ruang yang sudah disepakati jauh hari sebelumnya.

Mulyadi menyatakan, upaya memungsikan jalur hijau dengan membangun kawasan-kawasan terbuka hijau merupakan bagian dari program pembangunan.

Pun sesuai dengan amanat undang-undang. "Berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (UU PR, Red.) minimal 30 persen dari wilayah kota harus berwujud ruang terbuka hijau. Komposisinya 20 persen RTH publik dan 10 persen RTH privat," jelas Mulyadi. (*)

Reporter : Becky    Editor : Fai



Comments

comments


Komentar: 0