15 Desember 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Teliti DNA Suku Dayak Kalimantan, Ini Polisi Bergelar Doktor Spesialis Forensik Pertama di Asia (2)


Teliti DNA Suku Dayak Kalimantan, Ini Polisi Bergelar Doktor Spesialis Forensik Pertama di Asia (2)
Sumy Hastry Purwanti. (Foto: Ist)

KLIKTENGGARONG - Sumy Hastry Purwanti melakukan penelitian deoxyribonucleic acid atau DNA selama setahun.

Kesimpulannya adalah semua DNA tidak ada yang sama. Tapi, diketahui, masyarakat Jawa, Batak, dan Dayak, memiliki kemiripan DNA. Sedangkan Toraja dan Trunyan memiliki perbedaan sendiri.

"Jadi bisa dilihat dari DNA Mitokondria mayat yang diteliti merupakan suku apa, karena pola pewarisan dari ibu memiliki perbandingan genetika 1 : 33 atau bisa diturunkan sampai 33 generasi," ucap Hastry --sapaannya-- seperti dikutip Klik Tenggarong dari salahsatu laman online nasional.

Hasil penelitian itu tentu saja berguna bagi ilmu forensik di Indonesia. Makanya dimasukkan dalam database DNA suku-suku di Indonesia sehingga proses identifikasi korban kejahatan atau musibah --dan bahkan-- tersangka pidana bisa lebih cepat.

"Misalnya, ada tersangka punya DNA orang Batak, maka penyidik bisa mengkerucutkan target operasinya ke orang Batak. Selain itu saya ingin membuktikan walau kondisi (jenazah, Red.) sudah hancur, tapi masih bisa dilihat DNA-nya," terang Hastry.

Selain berguna bagi ilmu kedokteran forensik di Indonesia, penelitian Hastry juga mengantarkannya menjadi polisi bergelar doktor spesialis forensik pertama di Asia.

Ia lulus cumlaude di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,89 pada 10 Maret lalu.

Hastry menyelesaikan Program Studi Ilmu Kedokteran Jenjang Doktor (S3) dalam waktu 3 tahun 10 bulan. "Di tingkat Asia sudah ada data base DNA. Tapi lima suku ini belum ada," pungkasnya.

Diketahui, Hastry merupakan polisi yang berpengalaman menjalankan tugas di bidang Disaster Victim Identification (DVI).

Sejumlah kasus besar ia tangani. Mulai bom Bali, Malaysia Airlines MH-17 di Ukraina, dan AirAsia QZ8501. Hastry diperbantukan hingga luar negeri karena keahliannya memang sudah tingkat dunia. (*)

Reporter : Becky    Editor : Fai



Comments

comments


Komentar: 0