15 Desember 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Soal Kematian Diki dan Noval di Lubang Tambang Kukar, Jokowi: Saya Sudah Dengar


Soal Kematian Diki dan Noval di Lubang Tambang Kukar, Jokowi: Saya Sudah Dengar

KLIKTENGGARONG - Kabar kematian Diki Aditya Pratama (15) dan Noval Fajar Slamet Riyadi (16), Rabu 23 Maret 2016, ternyata sampai ke telinga Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Usai meninjau pembangunan Bendungan Teritip di Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), Kamis 24 Maret 2016, Jokowi telah memerintahkan anak buahnya untuk mengontrol semua izin pertambangan di Benua Etam. Fokusnya, menelisik eksplorasi tambang kecil.

Perintah ini disampaikan Jokowi menyikapi banyaknya lubang bekas galian batu bara yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa di Kutai Kartanegara (Kukar) maupun Kaltim.

"Saya perintahkan Menteri LHK (Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Red.) dan Menteri ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral, Red.) untuk kontrol tambang kecil," ujarnya, singkat, seperti dikutip Klik Tenggarong dari salahsatu laman online nasional.

Seperti diwartakan sebelumnya, Diki dan Noval, dua siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Samarinda, tewas meregang nyawa setelah tenggelam di di lubang tambang milik PT Bukit Baiduri Energi (BBE), Desa Bukit Raya, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kukar.

Tahun lalu, ketika Jokowi melakukan lawatan ke Kaltim, lubang tambang lain juga memakan korban pada Rabu 18 November 2015. Ia adalah Aprilia Wulandari, bocah berusia 13 tahun, siswi kelas VII SMP 25 Samarinda. 

"Saya sudah dengar (kematian Diki dan Noval di lubang tambang, Red.) yang itu. Yang penting adalah izin itu bukan memberi izin saja, tapi ada kontrol di lapangan. Cek di lapangan sangat penting sekali," tukas Jokowi. (*)

Reporter : Rika    Editor : Azrah Al Uzairy



Comments

comments


Komentar: 0