20 Oktober 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Sambal Para Raja dari Kutai


Sambal Para Raja dari Kutai
Sambal Raja. (Foto: Ist)

KLIKTENGGARONG - Di Nanggroe Aceh Darussalam, ada sambal ganja yang sama sekali tidak dibuat dari ganja. Tapi di Kutai --Kalimantan Timur-- sayup terdengar Sambal Raja yang sempat populer di bibir masyarakat.

Kenyataannya, Nusantara sebenarnya memang tidak mengenal konsep royal cuisine alias sajian eksklusif untuk para ningrat.

Lidah para raja di Tanah Air ternyata juga setara dengan lidah rakyat jelata, sehingga santapan para raja sebenarnya hanyalah versi mewah dari hidangan sehari-hari atau dihidangkan dengan peralatan saji yang juga lebih mewah.

Di sisi lain, para raja juga tidak membuat aturan eksklusif agar santapan di lingkungan keraton tidak boleh disajikan bagi para kawula.

Demikianlah, Nasi Liwet dan lauk-pauknya yang khas --semula juga merupakan kreasi dapur keraton-- menjadi hidangan populer bagi seluruh rakyat.

Dan Sambal Janmuk (janda mengamuk, Red.) kreasi janda miskin pun kemudian menjadi sajian favorit di istana raja Melayu-Deli.

Sambal Raja dari Kutai ini sendiri sebenarnya tidak selalu disebut sebagai Sambal Raja. Sajian pedas ini umum juga disebut sebagai Sambal Kutai --sebuah nomenklatur yang lebih generik.

Sambalnya tetap sederhana dan membumi, tetapi disajikan dengan telur dan sayuran yang digoreng untuk memberi sentuhan keistimewaan.

Sambalnya adalah sambal belacan atau terasi bernuansa asam karena diberi kucuran jeruk Cina (disebut jeruk kunci di Pontianak, limau kasturi di Medan, dan lemon cui di Minahasa, Red.).

Selain memberi rasa asam, jeruk Cina juga mencuatkan aroma harum. Selain rasa asam yang tipis, Sambal Raja juga harus bernuansa manis dan tidak perlu terlalu pedas.

Biji cabainya dibuang, sehingga kesan umumnya memang adalah sambal yang mulus. Sambal ini ditumis dengan minyak hingga mengkilat dan tanak.



Reporter : Rika    Editor : Fai



Comments

comments


Komentar: 0